A.
Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan
nasional adalha pendapatan yang diterima Negara selama satu tahun yang diukur
dengan nilai uang. Dilihat dari segi kegiatan ekonomi Negara pengertian
pendapatan adalah sebagai berikut :
1.
Pendapatan
atau Metode Produksi
Pendapatan nasional adalah jumlah
seluruh produksi, baik berupa barang maupun jasa yang dihasilkan selama satu
tahun yang dinyatakan dalam sebuah mata uang. Dari pengertian tersebut, yang
dijumlahkan dalam perhitungan ini bukanlah nilai akhir dari barang dan jasa,
melainkan nilai tambah dari barang dan jasa. Hal tersebut dimaksudkan untuk
menghindari perhitungan ganda.
Lapangan usaha yang dapat dijadikan
dasar perhitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut :
a. Pertanian
(Agriculture)
b. Pertambangan
dan pengendalian (Mining and quarriying)
c. Industry
pengolahan (Manufacturing)
d. Listrik,
gas, dan air (Electric, gas, and water
supply)
e. Bangnan
(Contruction)
f. Perdagangan,
restoran, dan hotel (Trade, restaurant,
and hotel)
g. Pengangkutan
dan komunikasi (Transportation and
Comunication)
h. Keuangan,
penyewaan barang, dan jasa (Finance, Rent
of Building, and Business service)
i.
Jasa-jasa (Service)
Perhitungan
pendapatan dengan metode produksi, hasilnya dikenal dengan nama Produksi
Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). Untuk dapat menghitung
pendapatan nasional dengan metode ini, yang dihitung adalah nilai barang dan
jasa akhir dari kegiatan produksi, sedangkan barang dan jasa yang tidak dibeli
oleh konsumen tidak dihitung. Dalam perhitungan pendapatan nasional, dikenal
pendekatan nilai tambah (Value added
approach) yang dihitung dengan cara menjumlahkan selisih nilai produksi
atau penjualan antar tahap produksi hingga menjadi barang jadi atau akhir.
Contoh:
Perhitungan nilai tambah pada
sector produksi
Jenis Kegiatan
|
Nilai Produksi
|
Nilai Tambah
|
1.
Penanaman kapas
2.
Pembuatan benang
3.
Pengolahan kain
4.
Pembuatan pakaian
5.
Penjualan pakaian
|
500.000
1.250.000
2.500.000
4.000.000
6.000.000
|
500.000
700.000
1.250.000
1.500.000
2.000.000
|
Jumlah nilai
tambah
|
Rp 6.000.000
|
Perhitungan
nilai tambah tersebut mempunyai maksud agar tidak terjadi perhitungan ganda.
Dengan demikian, pendapatan nasional dengan pendekatan produksi dapat
dirumuskan secara matematis sebagai berikut.
y
= ∑NTB1-n = NTB1 + NTB2 + ….. + NTBn
2.
Pendekatan
atau Metode Pendapatan
Pendapatan nasional
adalh jumlah seluruh pendapatan yang diterima rumah tangga konsumen sebagai
balas jasa karena telah menyediakan factor produksi selama satu tahun dan
dinyatakan dalam satuan mata uang.
Contoh jenis
penghasilan yang diterima :
a. Tenaga
kerja (labour) : Upah (wages)
b. Modal
(capital) :
Bunga (interest)
c. Tanah
:
Sewa (rent)
d. Skill
:
Laba (profit)
Jika dirumuskan secara
matematis adalah sebagai berikut :
Y
= R + W + I + P
Keterangan : Y : pendapatan nasional
R :
Jumlah sewa tanah yang diterima pemilik.
W :
jumlah upah tau gaji yang diterima pemilik modal
i :
jumlah bunga yang diterima buruh
P :
Jumlah laba yang diterima pengusaha.
Contoh
:
Diketahui
data pendapatan nasional sebagai berikut :
-
Upah :
25,70 M
-
Laba :
7.450,20 M
-
Sewa :
795,40 M
-
Bunga :
475,30 M
Dari
data di atas, jika dihitung pendapatan nasionak dengan pendekatan pendapatan
nasional hasilnya adalah sebagai berikt :
y
= R +W + I + P
= 25,70 M + 7.450,20 M + 795,40 M + 475,30 M
= 8.746,60 miliar
Transfer
payment tidak ikut dihitung karena harga pemindahan antar individu atau
perorangan .
3.
Pendekatan
atau Metode Pengeluaran
dalam metode ini, cara yang dilakukan
adalah menjumlahkan seluruh pengeluaran dari berbgai pembelian dalam
masyarakat. Yang perlu diperhatikan adalah pengeluaran yang dihitung, bukanlah
nilai dari setiap transaksi barang jadi, dengan maksud menghindari perhitungan
ganda.
Pengeluaran yang dimaksudkan berasal
dari empat (4) sector, yaitu sebagai berikut :
a.
Sector rumah tangga (C)
b.
Sector produsen atau pengusaha (I)
c.
Sector rumah tangga pemerintah (G)
d.
Sector luar negeri atau ekspor bersih
(X-M)
Pendapatan
nasional yang dihasilkan dari metode ini adalah Produk Nasional Bruto atau
Gross National Product.
Jika
dirumuskan sebagai berikut :
Y
= C + I + G + (X-M)
Keterangan : Y :
pendapatan nasional
C :
consumption (pengeluaran konsumen)
I :
investasi (pengeluaran pengusaha)
G :
government expenditure (pengeluaran pemerintah)
X-M :
ekspor neto (pengeluaran perdagangan dalam negeri ).
Pendapatan
nasional yang dihasilkan dari metode ini adalah Produk Nasional Bruto atau
Gross National Product.
Contoh
soal :
Diketahui
data perhitungan pendapatan nasional sebagai berikut :
-
Pengeluaran konsumen = 6.775,60 M
-
Pengeluaran pemerintah = 3.573,70 M
-
Pengeluaran investasi = 2.755,80 M
-
Ekspor =
2.750,00 M
-
Impor =
3.050,00 M
Dari
data diatan, jika dihitung pendapatan nasional dengan pendekatan atau metode
pengeluaran, maka hasilnya adalah sebgai berikut.
y
= C + I + G + (X-M)
= 6.775,60 M + 3.573,70 M + 2.755,80 M +
(2650 M – 3050 M)
= 12.805,10 M
Dari
perhitungan diatas dapat diketahui bahwa besarnya pendapatan nasional dilihat
dari pendekatan pengeluaran sejumlah Rp 12.805,10 M.
***semoga
bermanfaat***
No comments:
Post a Comment