Tuesday, 28 October 2014

PENDAPATAN NASIONAL

A.    Pengertian  Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalha pendapatan yang diterima Negara selama satu tahun yang diukur dengan nilai uang. Dilihat dari segi kegiatan ekonomi Negara pengertian pendapatan adalah sebagai berikut :
1.      Pendapatan atau Metode Produksi
Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh produksi, baik berupa barang maupun jasa yang dihasilkan selama satu tahun yang dinyatakan dalam sebuah mata uang. Dari pengertian tersebut, yang dijumlahkan dalam perhitungan ini bukanlah nilai akhir dari barang dan jasa, melainkan nilai tambah dari barang dan jasa. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari perhitungan ganda.
Lapangan usaha yang dapat dijadikan dasar perhitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut :
a.       Pertanian (Agriculture)
b.      Pertambangan dan pengendalian (Mining and quarriying)
c.       Industry pengolahan (Manufacturing)
d.      Listrik, gas, dan air (Electric, gas, and water supply)
e.       Bangnan (Contruction)
f.       Perdagangan, restoran, dan hotel (Trade, restaurant, and hotel)
g.      Pengangkutan dan komunikasi (Transportation and Comunication)
h.      Keuangan, penyewaan barang, dan jasa (Finance, Rent of Building, and Business service)
i.        Jasa-jasa (Service)
Perhitungan pendapatan dengan metode produksi, hasilnya dikenal dengan nama Produksi Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). Untuk dapat menghitung pendapatan nasional dengan metode ini, yang dihitung adalah nilai barang dan jasa akhir dari kegiatan produksi, sedangkan barang dan jasa yang tidak dibeli oleh konsumen tidak dihitung. Dalam perhitungan pendapatan nasional, dikenal pendekatan nilai tambah (Value added approach) yang dihitung dengan cara menjumlahkan selisih nilai produksi atau penjualan antar tahap produksi hingga menjadi barang jadi atau akhir.



Contoh:
Perhitungan nilai tambah pada sector produksi
Jenis Kegiatan
Nilai Produksi
Nilai Tambah
1.      Penanaman kapas
2.      Pembuatan benang
3.      Pengolahan kain
4.      Pembuatan pakaian
5.      Penjualan pakaian
500.000
1.250.000
2.500.000
4.000.000
6.000.000
500.000
700.000
1.250.000
1.500.000
2.000.000
Jumlah nilai tambah

Rp 6.000.000

Perhitungan nilai tambah tersebut mempunyai maksud agar tidak terjadi perhitungan ganda. Dengan demikian, pendapatan nasional dengan pendekatan produksi dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut.
y = ∑NTB1-n = NTB1 + NTB2 + ….. + NTBn

2.      Pendekatan atau Metode Pendapatan
Pendapatan nasional adalh jumlah seluruh pendapatan yang diterima rumah tangga konsumen sebagai balas jasa karena telah menyediakan factor produksi selama satu tahun dan dinyatakan dalam satuan mata uang.
Contoh jenis penghasilan yang diterima :
a.       Tenaga kerja (labour)                          : Upah (wages)
b.      Modal (capital)                                   : Bunga (interest)
c.       Tanah                                                  : Sewa (rent)
d.      Skill                                                     : Laba (profit)
Jika dirumuskan secara matematis adalah sebagai berikut :
Y = R + W + I + P
Keterangan :  Y : pendapatan nasional
                        R : Jumlah sewa tanah yang diterima pemilik.
                        W : jumlah upah tau gaji yang diterima pemilik modal
                         i : jumlah bunga yang diterima buruh
                         P : Jumlah laba yang diterima pengusaha.
Contoh :
Diketahui data pendapatan nasional sebagai berikut :
-          Upah               : 25,70 M
-          Laba                : 7.450,20 M
-          Sewa               : 795,40 M
-          Bunga              : 475,30 M
Dari data di atas, jika dihitung pendapatan nasionak dengan pendekatan pendapatan nasional hasilnya adalah sebagai berikt :
y = R +W + I + P
   = 25,70 M + 7.450,20 M + 795,40 M + 475,30 M
   = 8.746,60 miliar
Transfer payment tidak ikut dihitung karena harga pemindahan antar individu atau perorangan .
3.      Pendekatan atau Metode Pengeluaran
dalam metode ini, cara yang dilakukan adalah menjumlahkan seluruh pengeluaran dari berbgai pembelian dalam masyarakat. Yang perlu diperhatikan adalah pengeluaran yang dihitung, bukanlah nilai dari setiap transaksi barang jadi, dengan maksud menghindari perhitungan ganda.
Pengeluaran yang dimaksudkan berasal dari empat (4) sector, yaitu sebagai berikut :
a.       Sector rumah tangga (C)
b.      Sector produsen atau pengusaha (I)
c.       Sector rumah tangga pemerintah (G)
d.      Sector luar negeri atau ekspor bersih (X-M)
Pendapatan nasional yang dihasilkan dari metode ini adalah Produk Nasional Bruto atau Gross National Product.
Jika dirumuskan sebagai berikut :
Y = C + I + G + (X-M)
 Keterangan : Y     : pendapatan nasional
                        C   : consumption (pengeluaran konsumen)
                         I    : investasi (pengeluaran pengusaha)
                         G : government expenditure (pengeluaran pemerintah)
                     X-M : ekspor neto (pengeluaran perdagangan dalam negeri ).
Pendapatan nasional yang dihasilkan dari metode ini adalah Produk Nasional Bruto atau Gross National Product.
Contoh soal :
Diketahui data perhitungan pendapatan nasional sebagai berikut :
-          Pengeluaran konsumen           = 6.775,60 M
-          Pengeluaran pemerintah          = 3.573,70 M
-          Pengeluaran investasi              = 2.755,80 M
-          Ekspor                                     = 2.750,00 M
-          Impor                                      = 3.050,00 M
Dari data diatan, jika dihitung pendapatan nasional dengan pendekatan atau metode pengeluaran, maka hasilnya adalah sebgai berikut.
y = C + I + G + (X-M)
   = 6.775,60 M + 3.573,70 M + 2.755,80 M + (2650 M – 3050 M)
   = 12.805,10 M
Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa besarnya pendapatan nasional dilihat dari pendekatan pengeluaran sejumlah Rp 12.805,10 M.


***semoga bermanfaat***

No comments:

Post a Comment