Monday, 24 April 2017

BELAJAR DEDIKASI


oleh : A.Appi Patongai & Idham Jufri

Berangkat dari sini Kelas Inspirasi, menyebar tak terbendung ke Seluruh penjuru Negeri...
'Relawan tak dibayar bukan karena TAK BERNILAI, tapi karena TAK TERNILAI' ~Anies Baswedan~

Terpilih menjadi Relawan Pengajar untuk kedua kalinya setelah sebelumnya di Kelas Inspirasi #2 Parepare April tahun lalu https://www.youtube.com/watch?v=cvazR40hot0 , Satu hal yang tak dapat Kak Idham elakkan adalah kata hati yang menggebu-gebu, bersyukur dapat dukungan penuh dari Keluarga dan juga pimpinan di tempat kerja.


Moment Kelas Inspirasi kemarin, Kak Idahm belajar dan mengajari kami tentang DEDIKASI, dedikasi dalam hal apa? proses pendaftaran menjadi relawan yang memakan waktu cukup lama sampai penentuan hari Inspirasi 17 April 2017. Ada banyak fase cobaan yang harus Kak Idahm lewati untuk sampai pada jadwal inspirasi, kehilangan kedua Orang Tua dalam kurun waktu 52 hari ditambah Anak Pertama harus di rawat di RS tepat 7 hari setelah kepergian Alm. Bapaknya. Dilema saat malam inspirasi dimana belum ada kepastian siapa yang akan menjaga anaknya di RS pada hari inspirasi itu, sementara Mamanya tidak dapat meninggalkan pekerjaannya, Bersyukur ada 'keluarga' yang bersedia mengorbankan waktunya (terima kasih tak terhingga), nah disini lah DEDIKASI ini bermakna, betapa butuh kesabaran dengan doa dan komitmen yang kuat untuk memenuhi janji kepada seluruh Tim 11 SDN 405 InalipuE untuk benar-benar hadir menginspirasi Anak-anak kita di lokasi, tak dapat dibayangkan jika harus membatalkan partisipasi kali ini seperti Kelas Inspirasi Wajo #1 sebelumnya. 
Setelah menunaikan Shalat Subuh di Kota Parepare Kak Idham Jufri langsung menancap gas sepeda motornya menuju Tanah Kelahirannya alm. Bapaknya di Tanasitolo. Semangat menempuh jarak kurang lebih 80 km dari Kota Parepare ke Kec. Tanasitolo, Kab. Wajo menjadi bukti bahwa Kelas Inspirasi ini adalah kegiatan sosial yang tak dapat dinilai dengan materi, tak dapat disandingkan dengan jargon mungkin dia LELAH dan juga tak dapat dibandingkan dengan pengorbanan waktu untuk keluarga (yang mungkin sempat terlintas dipikiran mereka, kenapa kak idham ada di Wajo hari itu sementara Anaknya belum check out dar RS) Wallahu Alam Bi Sawab.

Kak Idham yg bekerja di salah satu Pukesmas di Kota Parepare ini sangat antusias dan tiba paling awal di lokasi. Beliau berbagi bagaimana menjaga kesehatan minimal cuci tangan yg baik dan benar ke adik-adik saat Sebelum menyiapkan makanan, Sebelum dan sesudah makan, Setelah buang air kecil dan besar, Setelah membuang ingus, Setelah membuang dan atau menangani sampah, Setelah bermain/memberi makan/memegang hewan, Setelah batuk atau bersin pada tangan kita. 
Kak Idham juga mengajak adik-adik di SDN 405 Inalipue tidak berkecil hati karena keterbatasan akses jalan dan fasilitas listrik dan jaringan seluler di daerah mereka. Kak Idham berbagi cerita bahwa dulu diapun mengalami hal yg sama di saat teman-teman SMP-nya sudah dapat menonton Film-film kesukaan dan menikmati nikmatnya Es Lilin, sementara dikampungnya belum ada listrik, belajar dimalam haripun cuma ditemani pelita dari minyak, namun semangatnya untuk belajar dan mengejar cita-cita tdk pernah padam.

Belajar bisa dilakukan kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun, cita-cita setinggi langit tidak hanya diimpikan tapi harus dikejar kata kak idham sambil menutup sesi sharingnya dengan adik-adik disana.
Sangat Menginspirasi, Salam Inspirasi

2 comments: