Adam Smith lahir di Kirkcaldy, sebuah kota kecil
dekat Edinburgh, Skotlandia. Ia dibesarkan oleh ibunya karena ayahnya telah
meninggal sebelum ia lahir. Pada usia 4 tahun ia diculik oleh sekelompok Gypsie
(orang-orang pengelana), tetapi segera dapat diselamatkan pamannya.
Pada usia 14 tahun, sebagaimana yang umaumnya
berlaku ketika itu ia memasuki Universitas Glasgow sebagai penerima beasiswa.
Ketika itu, Universitas Glasgow telah terkeal sebagai pusat pengembangan
pemikiran kelompok “Pencerahan Skotlandia” (Scottish Enlightenment). Disana ia
sangat dipengaruhi oleh Francis Hutcheson (1694-1746), seorang professor
kenamaan di bidang Filsafat Moral.
Pada usia 17 tahun, Adam Smith memperoleh beasiswa
untuk belajar di Balliol College, Universitas Oxford. Ketika itu para dosennya
hamper-hampir tidak memberikan kuliah. Pengalaman ini menimbulkan dalam diri
Adam Smith kesan negative yang mendalam tentang Universitas Oxford da
Cambridge. Katanya: inilah akibatnya, kalau balas jasa yang dibayarkan tidak
dihubungkan dengan kinerja yang ditampilkan, maka orang akan lalai melaksanakan
tugasnya.
Di dalam suasana seperti itu, mahasiswa berushaa
sendiri membaca apa yang ingin dibacanya. Adam Smith antara lain mempelajari
kesusteraan Eropa bahasa Yunani dan Filsafat. Ia juga kemudian kedapatan
membaca karya David Hume, A Treatise of the Human Nature (3jilid, 1739-1740).
Karena ketika itu karya Hume tersebut termasuk buku “terlarang”, Smith
mengalami kesulitan dengan pemimpin Balliol College. Ia tidak diperkenankan
menjalani pendidikan untuk menjalani pendidikan untuk menjadi rohaniawan.
Setelah lulus di Oxford, ia kembali ke Edinburgh,
dan menjadi anggota sekelompok kaum intelektual terkemuka di sana, termasuk
David Hume. Melalui sponsor Lord Henry Home Kames (1696-1782) selama 1 tahun
Smith memberikan sejmlah kuliah umum tentang Retorika dan Kesusteraan. Atas
dasar prestasinya dalam kuliah-kuliah umum itu, ia diangkat menjadi professor
mata kuliah Logika di Universitas Glasgow pada tahun 1751, yaitu pada usia 28
tahun. Setahun kemudian diangkat menjadi professor dalam mata kuliah Filsafat
Moral, menggantikan professor Francis Hutcheson.
Dalam kilas balik, ia kemudian mengenang masa itu sebagai
masa yang paling beguna dan karena itu yang paling membahagiakan dan peling
terhormat dalam hidupnya.
Pada saat itu, Filsafat Moral mencakupi: Natural Theology, Ethics, Jurisprudence, and Political Economy. Perlu dicatat bahwa
Natural Theology berusaha mencari
keteraturan pada apa yang tampak tidak teratur di alam raya. Tetapi di bidang
Ekonomi Politik apakah ada keteraturan yang dapat ditemukan dalam pikiran dan
perilaku ekonomi dalam kehidupan keseharian mereka? Apakah ada sesuatu hukum
yang menjamin keteraturannya secara alamiah?
Jawabannya dapat dicari di dalam The History of Astronomy
(1750-an), yang dilanjutkan kemudian didalam The Theory of Moral Sentiments
(1759).
Buku terakhir tersebut di atas terus-menerus direvisi
hingga meninggalnya Adam Smith pada tahun 1790. Lebih dari satu abad kemudian
buku tersebut memicu lahirnya pokok perdebatan yang dinamakan das Adam Smith
Problem (Masalah Adam Smith) di Jerman, karena dipandang bertentangan dengan
apa yang dikemukakan Adam Smith di dalam Wealth
of Nations yang terbit delapan tahun sesudahnya.
Pada zaman Adam Smith adalah suatu kebiasaan umum bahwa
seseorang terpelajar sekalipun barulah terpandang di dalam masyarakat kalau ia
pernah mengadakan perjalanan ke Eropa daratan, terutama Peramcis ketika itu
merupakan pusat pergolakan antara dua dunia yang berbeda, dunia lama dengan
pola pikir lamanya, dan dunia baru dengan pola pikir baru yang akhirnya
melahirkan berbagai revolusi sepanjang abad XVII. Karena itu, Perancis menjadi
daya tarik terhadap para pelawat dari seluruh Eropa, termasuk Inggris.
Peluang untuk ke Perancis muncul dari Charles Townsend
(1725-1767). Seorang politisi Inggris yang menikahi janda dari Duke of
Buccleuch yang kaya raya. Janda ini memepunyai seorang putera yang perlu
dibimbing. Perhatian Townsend jatuh pada Adam Smith disodori peluang menjadi
tutor dari anak tiri Townsend, dengan tunjangan seumur hidup lumayan besarnya.
Peluang ini ditangkap oleh Adam Smith. Karena keputusan ini, para mahasiswa
menolak menerima uang kuliah yang sudah dibayarkannya kepada Adam Smith. Mereka
merasa bahwa pengetahuan yang diperolehnya dari Adam Smith lebih berharga dari
jumlah uang kuliah yang sudah diterimakannya kepada Adam Smith.
Dalam kedudukan sebagai tutor, Adam Smith dan anak
didiknya mengadakan kunjungan ke Perancis pada tahun 1764. Mereka tinggal
selama 18 bulan di Toulouse. Kemudian mereka berpindah ke Perancis Selatan, ke
Jenewa, dan akhirnya kembali ke Paris.
Dalam lawatannya ini, Smith berkesempatan bertemu dan
berdiskusi dengan berbagai tokoh pemikir Perancis, seperti Voltaire
(1694-1778), Montesquieu (1689-1755), Quesnay (1694-1774) yang ketika itu
dijuluki Konfusius dari Eropa dan Aristoteles modern, penganjur dan pendiri
aliran Fisiokrasi. Smith sangat mengagumi Quesnay dan pemikiran kaum Fisiokrasi
Perancis. Menurut Smith, kaum Fisiokrasi di Perancis dengan tepat membuktikan
bahwa keseluruhan kebijakan Perancis di bidang Ekonomi sama sekali keliru.
Mereka berpendapat:
1.
Tidak boleh ada
peraturan yang menghambat impor barang-barang manufaktur dari luar negeri;
2.
Tidak tepat
memberikan perlindungan terhadap produsen dalam negeri;
3.
Tidak tepat
menghambat ekspor gandum ke luar negeri;
4.
Harus diterapkan
satu sistem pajak untuk keseluruhan negara;
5.
Tidak boleh ada
pajak terhadap perdagangan antara daerah di dalam negeri.
Dengan segala kekurangannya, kata Adam Smith, ungkin
ajaran Fisiokrasi adalah yang paling mendekati kebenaran di antara publikasi
yang ada tentang Ekonomi Politik, dan karena itu penting untuk diperhatikan
setiap orang yang ingin mempelajari prinsip-prinsip dasar ilmu yang sangat
penting tersebut.
Di luar pertemuan dengan berbagai tokoh pemikir Perancis
di atas, tampaknya lawatan ke Perancis ini agak menjemukan, seperti yang
ternyata dari sebuah surat Adam Smith kepada David Hume, tertanggal 5 juli 1764
: I have begun to write a book in order
to pass the time. You may believe I have very little to do. Buku yang
ditulisnya adalah tentang Ekonomi Politik, berdasarkan bahan kuliah yang dulu
disampaikannya di Universitas Glasgow, yang berkali-kali sudah didiskusikan di
lingkungan kaum terpelajar di Endinburgh, terutama dengan David Hume. Ternyata
buku ini, yaitu Wealth of Nations, baru dapat diselesaikan dan diterbitkan 12
tahun kemudian, pada tahun 1776 di London.
Lawatan ke Perancis tiba-tiba harus diputuskan pada tahun
1766 karena meninggalnya Hew Scot, adik dari Duke of Buccleuch, yang juga
adalah anak pembimbing Adam Smith. Setelah kembali ke Inggris selama tujuh
tahun berikutnya, Adam Smith tinggal dengan ibunya di Krikcaldy, tempat
kelahirannya, dan menggunakan waktunya terutama untuk menyelesaikan penulisan
Wealth of Nations . dalam tahun 1773 ia pergi ke london, sambil membawa serta
naskah Wealth of Natians yang belum rampung ditulis. Arena merisaukan
kesehatannya, ia memutuskan menunjuk David Hume sebagai pelaksana pencetakan
karyanya disertai pesan agar tulisannya berjudul History of Astronomy, yang
mungkin ditulis pada tahun 1858, juga turut dipublikasikan. Ternyata, David
Hume yang meninggal terlebih dahulu pada tahun 1776.
Akhirnya Wealth of Nations terbit pada bulan Maret 1776.
Buku ini direncanakan akan didedikasikan kepada Quesnay, hal mana tidak terjadi
karena Quesnay sudah meninggal pada tahun1774. Cetakan pertama buku ini segera
habis terjual dalam waktu enam bulan. Buku ini mengalami enam kali revisi
selama Smith masih hidup, dan dalam waktu 30 tahun telah diterjemahkan ke dalam
enam bahasa asing: Denmark, Perancis, Jerman, Itali, Spanyol, dan Rusia. Adam
Smith dengan demikian telah menjadi tokoh dunia.
Dalam tahun 1778, Smiyh diangkat menjdai petinggi Bea
Cukai Pemerintah untuk daerah Skotlandia. Konon, ia menjalankan tugasnya ini
dengan baik. Adalah ironis bahwa orang yang memperjuangkan perdagangan bebas
memangku jebatan di akhir hidupnya yang justru menghambat perdagangan bebas.
Disamping jabatan itu, ia diangkat menjadi Lord Rector dari Universitas
Glasgow, yang dijalaninya sampai tahun 1789. Adam Smith meninggal sebagai warga
negara yang dihormati pada tanggal 17 juli 1780 dan dimakamkan diperkuburan
Canongate, Edinburgh, Skotlandia.

No comments:
Post a Comment