Monday, 10 February 2014

RIWAYAT HIDUP ADAM SMITH


Adam Smith lahir di Kirkcaldy, sebuah kota kecil dekat Edinburgh, Skotlandia. Ia dibesarkan oleh ibunya karena ayahnya telah meninggal sebelum ia lahir. Pada usia 4 tahun ia diculik oleh sekelompok Gypsie (orang-orang pengelana), tetapi segera dapat diselamatkan pamannya.
Pada usia 14 tahun, sebagaimana yang umaumnya berlaku ketika itu ia memasuki Universitas Glasgow sebagai penerima beasiswa. Ketika itu, Universitas Glasgow telah terkeal sebagai pusat pengembangan pemikiran kelompok “Pencerahan Skotlandia” (Scottish Enlightenment). Disana ia sangat dipengaruhi oleh Francis Hutcheson (1694-1746), seorang professor kenamaan di bidang Filsafat Moral.
Pada usia 17 tahun, Adam Smith memperoleh beasiswa untuk belajar di Balliol College, Universitas Oxford. Ketika itu para dosennya hamper-hampir tidak memberikan kuliah. Pengalaman ini menimbulkan dalam diri Adam Smith kesan negative yang mendalam tentang Universitas Oxford da Cambridge. Katanya: inilah akibatnya, kalau balas jasa yang dibayarkan tidak dihubungkan dengan kinerja yang ditampilkan, maka orang akan lalai melaksanakan tugasnya.
Di dalam suasana seperti itu, mahasiswa berushaa sendiri membaca apa yang ingin dibacanya. Adam Smith antara lain mempelajari kesusteraan Eropa bahasa Yunani dan Filsafat. Ia juga kemudian kedapatan membaca karya David Hume, A Treatise of the Human Nature (3jilid, 1739-1740). Karena ketika itu karya Hume tersebut termasuk buku “terlarang”, Smith mengalami kesulitan dengan pemimpin Balliol College. Ia tidak diperkenankan menjalani pendidikan untuk menjalani pendidikan untuk menjadi rohaniawan.
Setelah lulus di Oxford, ia kembali ke Edinburgh, dan menjadi anggota sekelompok kaum intelektual terkemuka di sana, termasuk David Hume. Melalui sponsor Lord Henry Home Kames (1696-1782) selama 1 tahun Smith memberikan sejmlah kuliah umum tentang Retorika dan Kesusteraan. Atas dasar prestasinya dalam kuliah-kuliah umum itu, ia diangkat menjadi professor mata kuliah Logika di Universitas Glasgow pada tahun 1751, yaitu pada usia 28 tahun. Setahun kemudian diangkat menjadi professor dalam mata kuliah Filsafat Moral, menggantikan professor Francis Hutcheson.
Dalam kilas balik, ia kemudian mengenang masa itu sebagai masa yang paling beguna dan karena itu yang paling membahagiakan dan peling terhormat dalam hidupnya.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0a/AdamSmith.jpg/220px-AdamSmith.jpg
Pada saat itu, Filsafat Moral mencakupi: Natural Theology, Ethics, Jurisprudence, and Political Economy. Perlu dicatat bahwa Natural Theology berusaha mencari keteraturan pada apa yang tampak tidak teratur di alam raya. Tetapi di bidang Ekonomi Politik apakah ada keteraturan yang dapat ditemukan dalam pikiran dan perilaku ekonomi dalam kehidupan keseharian mereka? Apakah ada sesuatu hukum yang menjamin keteraturannya secara alamiah?
Jawabannya dapat dicari di dalam The History of Astronomy (1750-an), yang dilanjutkan kemudian didalam The Theory of Moral Sentiments (1759).
Buku terakhir tersebut di atas terus-menerus direvisi hingga meninggalnya Adam Smith pada tahun 1790. Lebih dari satu abad kemudian buku tersebut memicu lahirnya pokok perdebatan yang dinamakan das Adam Smith Problem (Masalah Adam Smith) di Jerman, karena dipandang bertentangan dengan apa yang dikemukakan Adam Smith di dalam Wealth of Nations yang terbit delapan tahun sesudahnya.
Pada zaman Adam Smith adalah suatu kebiasaan umum bahwa seseorang terpelajar sekalipun barulah terpandang di dalam masyarakat kalau ia pernah mengadakan perjalanan ke Eropa daratan, terutama Peramcis ketika itu merupakan pusat pergolakan antara dua dunia yang berbeda, dunia lama dengan pola pikir lamanya, dan dunia baru dengan pola pikir baru yang akhirnya melahirkan berbagai revolusi sepanjang abad XVII. Karena itu, Perancis menjadi daya tarik terhadap para pelawat dari seluruh Eropa, termasuk Inggris.
Peluang untuk ke Perancis muncul dari Charles Townsend (1725-1767). Seorang politisi Inggris yang menikahi janda dari Duke of Buccleuch yang kaya raya. Janda ini memepunyai seorang putera yang perlu dibimbing. Perhatian Townsend jatuh pada Adam Smith disodori peluang menjadi tutor dari anak tiri Townsend, dengan tunjangan seumur hidup lumayan besarnya. Peluang ini ditangkap oleh Adam Smith. Karena keputusan ini, para mahasiswa menolak menerima uang kuliah yang sudah dibayarkannya kepada Adam Smith. Mereka merasa bahwa pengetahuan yang diperolehnya dari Adam Smith lebih berharga dari jumlah uang kuliah yang sudah diterimakannya kepada Adam Smith.
Dalam kedudukan sebagai tutor, Adam Smith dan anak didiknya mengadakan kunjungan ke Perancis pada tahun 1764. Mereka tinggal selama 18 bulan di Toulouse. Kemudian mereka berpindah ke Perancis Selatan, ke Jenewa, dan akhirnya kembali ke Paris.
Dalam lawatannya ini, Smith berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan berbagai tokoh pemikir Perancis, seperti Voltaire (1694-1778), Montesquieu (1689-1755), Quesnay (1694-1774) yang ketika itu dijuluki Konfusius dari Eropa dan Aristoteles modern, penganjur dan pendiri aliran Fisiokrasi. Smith sangat mengagumi Quesnay dan pemikiran kaum Fisiokrasi Perancis. Menurut Smith, kaum Fisiokrasi di Perancis dengan tepat membuktikan bahwa keseluruhan kebijakan Perancis di bidang Ekonomi sama sekali keliru. Mereka berpendapat:
1.      Tidak boleh ada peraturan yang menghambat impor barang-barang manufaktur dari luar negeri;
2.      Tidak tepat memberikan perlindungan terhadap produsen dalam negeri;
3.      Tidak tepat menghambat ekspor gandum ke luar negeri;
4.      Harus diterapkan satu sistem pajak untuk keseluruhan negara;
5.      Tidak boleh ada pajak terhadap perdagangan antara daerah di dalam negeri.
Dengan segala kekurangannya, kata Adam Smith, ungkin ajaran Fisiokrasi adalah yang paling mendekati kebenaran di antara publikasi yang ada tentang Ekonomi Politik, dan karena itu penting untuk diperhatikan setiap orang yang ingin mempelajari prinsip-prinsip dasar ilmu yang sangat penting tersebut.
Di luar pertemuan dengan berbagai tokoh pemikir Perancis di atas, tampaknya lawatan ke Perancis ini agak menjemukan, seperti yang ternyata dari sebuah surat Adam Smith kepada David Hume, tertanggal 5 juli 1764 : I have begun to write a book in order to pass the time. You may believe I have very little to do. Buku yang ditulisnya adalah tentang Ekonomi Politik, berdasarkan bahan kuliah yang dulu disampaikannya di Universitas Glasgow, yang berkali-kali sudah didiskusikan di lingkungan kaum terpelajar di Endinburgh, terutama dengan David Hume. Ternyata buku ini, yaitu Wealth of Nations, baru dapat diselesaikan dan diterbitkan 12 tahun kemudian, pada tahun 1776 di London.
Lawatan ke Perancis tiba-tiba harus diputuskan pada tahun 1766 karena meninggalnya Hew Scot, adik dari Duke of Buccleuch, yang juga adalah anak pembimbing Adam Smith. Setelah kembali ke Inggris selama tujuh tahun berikutnya, Adam Smith tinggal dengan ibunya di Krikcaldy, tempat kelahirannya, dan menggunakan waktunya terutama untuk menyelesaikan penulisan Wealth of Nations . dalam tahun 1773 ia pergi ke london, sambil membawa serta naskah Wealth of Natians yang belum rampung ditulis. Arena merisaukan kesehatannya, ia memutuskan menunjuk David Hume sebagai pelaksana pencetakan karyanya disertai pesan agar tulisannya berjudul History of Astronomy, yang mungkin ditulis pada tahun 1858, juga turut dipublikasikan. Ternyata, David Hume yang meninggal terlebih dahulu pada tahun 1776.
Akhirnya Wealth of Nations terbit pada bulan Maret 1776. Buku ini direncanakan akan didedikasikan kepada Quesnay, hal mana tidak terjadi karena Quesnay sudah meninggal pada tahun1774. Cetakan pertama buku ini segera habis terjual dalam waktu enam bulan. Buku ini mengalami enam kali revisi selama Smith masih hidup, dan dalam waktu 30 tahun telah diterjemahkan ke dalam enam bahasa asing: Denmark, Perancis, Jerman, Itali, Spanyol, dan Rusia. Adam Smith dengan demikian telah menjadi tokoh dunia.
Dalam tahun 1778, Smiyh diangkat menjdai petinggi Bea Cukai Pemerintah untuk daerah Skotlandia. Konon, ia menjalankan tugasnya ini dengan baik. Adalah ironis bahwa orang yang memperjuangkan perdagangan bebas memangku jebatan di akhir hidupnya yang justru menghambat perdagangan bebas. Disamping jabatan itu, ia diangkat menjadi Lord Rector dari Universitas Glasgow, yang dijalaninya sampai tahun 1789. Adam Smith meninggal sebagai warga negara yang dihormati pada tanggal 17 juli 1780 dan dimakamkan diperkuburan Canongate, Edinburgh, Skotlandia.


No comments:

Post a Comment