A.
Ilmu
Ekonomi
Pengertian
ekonomi meneurut Prof.A.Samuelson adalah sebagai berikut :
Ilmu ekonomi adalah suatu studi
mengenai individu-individu dan masyarakat dalam membuat pilihan dengan
menggunakan sumber daya yang terbatas jumlahnya untuk menghasilkan berbagai
jenis barang dan jasa, dan mendistri busikannya untuk kebutuhan konsumsi (baik
sekarang dan di masa akan datang) kepada berbagai individu dan golongan
masyarakat.
Dari pengertian ilmu ekonomi
seperti diatas dapat kita lihat bahwa :
1. Ilmu
ekonomi merupakan ilmu yang membahas tentang hubungan antarmanusia.
2. Sasaran
ilmu ekonomi adalah hubungan antarmanusia dalam memenuhi kebutuhan material.
3. Kebutuhan
manusia dikatakan dinamis, artinya kebutuhan manusia tersebut bertambah secara
kuantitatif maupun kualitatif sepanjang waktu.
4. Dengan
adanya kebutuhan manusia yang dinamis sedangkan sarana kebutuhan terbatas, maka
diperlukan adanya pemenuhan kebutuhan secara alternative. Dengan demikian, ilmu
ekonomi dapat dikatakan sebagai ilmu pemilihan antara berbagai alternative.
B.
Cabang-cabang
Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi
memiliki atau terbagi menjadi beberapa cabang.perhatikan bagan berikut untuk
memperoleh informasi lebih jelas!
1. Ilmu Ekonomi Deksriptif
(descriptive economics), ilmu ekonomi yang mengumpulkan
semua kenyataan penting yang berhubunngan dengan suatu ilmu ekonomi atau topick
tertentu.
2.
Ilmu
Ekonomi Teori (economic theory), ilmu ekonomi yang
berusaha menjelaskan, mencari pengertian, hubungan seba-akibat dan cara kerja
system perekonomian.
a.
Ekonomi
Makro, ilmu ekonomi yang mempelajari kehidupan ekonomi
nasional sebagai suatu keseluruhan. Analisis bersifat global dan tidak
memerhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam
perekonomian.
b.
Ekonomi
Mikro, ilmu ekonomi yang secara khusus mempelajari
bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
3.
Ilmu
Ekonomi Terapan (applied economics), ilmu yang menggunakan
kerangka pengertian dan analisis ekonomi teori untuk merumuskan
kebijakan-kebijakan pedoman yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomi
tertentu.
C.
Masalah
Ekonomi yang Dihadapi Pemerintah
1. Kemiskinan,
adalah manefestasi dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat. Di
Indonesia, batas garis kemiskinan yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik
(BPS) yang mengacu pada kebutuhan minimum 2.100 kilo kalori per kapita perhari,
ditambah dengan kebutuhan minimum nonmakanan yang merupakan kebutuhan dasar
seseorang yang meliputi sandang, papan, sekolah, transportasi, dan lain-lain.
Macam
Kemiskinan adalah sebagai berikut :
a. Kemiskinana
Mutlak (absolute)
b. Kemiskinan
Relatif
c. Kemiskinan
Struktural
d. Kemiskinan
Sosial Budaya
2. Keterbelakangan,
adalah diartikan sebagai suatu keterlambatan dalam perkembangan atau
ketinggalan dalam kemajuan. Penduduk yang terbelakang diartikan sebagai factor
produksi tenaga kerja yang memiliki kualitas rendah (tidak professional atau
tidak efisien). Keterbelakangan pada segi ekomomi tampak pada rendahnya
pendapatan perkapita, terbatasnya pasar berbagai macam barang, rendahnya
tingkat spesialisasi, dan rendahnya penggunaan uang giral perkapita.
Keterbelakangan pada segi administasi tampak pada penggunaan pembukuan yang
belum meluas serta control dan pengawasan yang belum memadai.
3. Lapangan
Kerja, dapat diartikan sebagai ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh pencari
kerja. Permasalahannya adalah besarnya angkatan kerja tidak seimbang dengan
kesmpatan kerja, struktur lapangan kerja tidak seimbang, kebutuhan jumlah dan
jenis tenaga terdidik serta penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang dan
lain-lain
4. Pemerataan
Pembangunan, untuk mencapai tujuan Pembangunan Nasional, pembangunan harus
merata sampai pada daerah dan pedesaan yang lebih diarahkan pada perluasan
kesempatan kerja, pembinaan pengembangan lingkungan permukiman pedesaan dan
perkotaan dan peningkatan kemampuan penduduk untuk memanfaatkan sumber daya
alam.
5. Tingkat
Pertumbuhan Penduduk dan Bagian Ketergantungan yang Tinggi, tingkat pertumbuhan
penduduk yang tinggi akan mengakibatkan golongan penduduk yang terbesar adalah
golongan usia muda sehingga beban ketergantungan juga tinggi.
6. Tingkat
Produktivitas yang Rendah, tingkat produktivitas yang rendah dapat dilihat dari
ketidakadaan atau kelangkaan factor-faktor produksi. Contoh modal, tenaga kerja
dan manajemen
7. Ketergantungan
pada Ekspor Bahan Mentah, karena ketidakmampuan dalam mengolah sumberdaya alam
yang ada, maka ekspor yang dilakukan sebagian besar hanya bahan baku atau bahan
mentah, sehingga hasil yang didapati juga relative kecil.
8. Adanya
Ketergantungan pada Negara Maju, ketergantungan berupa hal-hal sebagai berikut
modal, merupakan pinjaman dari luar negeri; tekhnologi, belum mampu enguasan
dan menciptakan tekhnologi sendiri; tergantung pada impor bahan,modal, dan
barang hasil industry.
***SELAMAT MEMBACA***
No comments:
Post a Comment