Monday, 20 October 2014

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI


A.   Ilmu Ekonomi
Pengertian ekonomi meneurut Prof.A.Samuelson adalah sebagai berikut :
Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat dalam membuat pilihan dengan menggunakan sumber daya yang terbatas jumlahnya untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa, dan mendistri busikannya untuk kebutuhan konsumsi (baik sekarang dan di masa akan datang) kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.
Dari pengertian ilmu ekonomi seperti diatas dapat kita lihat bahwa :
1.     Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang membahas tentang hubungan antarmanusia.
2.     Sasaran ilmu ekonomi adalah hubungan antarmanusia dalam memenuhi kebutuhan material.
3.     Kebutuhan manusia dikatakan dinamis, artinya kebutuhan manusia tersebut bertambah secara kuantitatif maupun kualitatif sepanjang waktu.
4.     Dengan adanya kebutuhan manusia yang dinamis sedangkan sarana kebutuhan terbatas, maka diperlukan adanya pemenuhan kebutuhan secara alternative. Dengan demikian, ilmu ekonomi dapat dikatakan sebagai ilmu pemilihan antara berbagai alternative.

B.   Cabang-cabang Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memiliki atau terbagi menjadi beberapa cabang.perhatikan bagan berikut untuk memperoleh informasi lebih jelas!
1.     Ilmu Ekonomi Deksriptif (descriptive economics), ilmu ekonomi yang mengumpulkan semua kenyataan penting yang berhubunngan dengan suatu ilmu ekonomi atau topick tertentu.
2.     Ilmu Ekonomi Teori (economic theory), ilmu ekonomi yang berusaha menjelaskan, mencari pengertian, hubungan seba-akibat dan cara kerja system perekonomian.
a.     Ekonomi Makro, ilmu ekonomi yang mempelajari kehidupan ekonomi nasional sebagai suatu keseluruhan. Analisis bersifat global dan tidak memerhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian.
b.     Ekonomi Mikro, ilmu ekonomi yang secara khusus mempelajari bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
3.     Ilmu Ekonomi Terapan (applied economics), ilmu yang menggunakan kerangka pengertian dan analisis ekonomi teori untuk merumuskan kebijakan-kebijakan pedoman yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomi tertentu.

C.   Masalah Ekonomi yang Dihadapi Pemerintah
1.     Kemiskinan, adalah manefestasi dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat. Di Indonesia, batas garis kemiskinan yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengacu pada kebutuhan minimum 2.100 kilo kalori per kapita perhari, ditambah dengan kebutuhan minimum nonmakanan yang merupakan kebutuhan dasar seseorang yang meliputi sandang, papan, sekolah, transportasi, dan lain-lain.
Macam Kemiskinan adalah sebagai berikut :
a.     Kemiskinana Mutlak (absolute)
b.     Kemiskinan Relatif
c.      Kemiskinan Struktural
d.     Kemiskinan Sosial Budaya
2.     Keterbelakangan, adalah diartikan sebagai suatu keterlambatan dalam perkembangan atau ketinggalan dalam kemajuan. Penduduk yang terbelakang diartikan sebagai factor produksi tenaga kerja yang memiliki kualitas rendah (tidak professional atau tidak efisien). Keterbelakangan pada segi ekomomi tampak pada rendahnya pendapatan perkapita, terbatasnya pasar berbagai macam barang, rendahnya tingkat spesialisasi, dan rendahnya penggunaan uang giral perkapita. Keterbelakangan pada segi administasi tampak pada penggunaan pembukuan yang belum meluas serta control dan pengawasan yang belum memadai.
3.     Lapangan Kerja, dapat diartikan sebagai ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh pencari kerja. Permasalahannya adalah besarnya angkatan kerja tidak seimbang dengan kesmpatan kerja, struktur lapangan kerja tidak seimbang, kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik serta penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang dan lain-lain
4.     Pemerataan Pembangunan, untuk mencapai tujuan Pembangunan Nasional, pembangunan harus merata sampai pada daerah dan pedesaan yang lebih diarahkan pada perluasan kesempatan kerja, pembinaan pengembangan lingkungan permukiman pedesaan dan perkotaan dan peningkatan kemampuan penduduk untuk memanfaatkan sumber daya alam.
5.     Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Bagian Ketergantungan yang Tinggi, tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi akan mengakibatkan golongan penduduk yang terbesar adalah golongan usia muda sehingga beban ketergantungan juga tinggi.
6.     Tingkat Produktivitas yang Rendah, tingkat produktivitas yang rendah dapat dilihat dari ketidakadaan atau kelangkaan factor-faktor produksi. Contoh modal, tenaga kerja dan manajemen
7.     Ketergantungan pada Ekspor Bahan Mentah, karena ketidakmampuan dalam mengolah sumberdaya alam yang ada, maka ekspor yang dilakukan sebagian besar hanya bahan baku atau bahan mentah, sehingga hasil yang didapati juga relative kecil.
8.     Adanya Ketergantungan pada Negara Maju, ketergantungan berupa hal-hal sebagai berikut modal, merupakan pinjaman dari luar negeri; tekhnologi, belum mampu enguasan dan menciptakan tekhnologi sendiri; tergantung pada impor bahan,modal, dan barang hasil industry.

***SELAMAT MEMBACA***

No comments:

Post a Comment